Bisniskulinerindonesia’s

April 7, 2009

Cintai Kompetisi Bisnis

Filed under: Uncategorized — bisniskulinerindonesia @ 10:00 pm

Tanya :

Setiap kita membuka usaha persoalan awal yang menghadang selalu soal pesaing. Menurut Anda bagaimanakah cara menghindarinya? Jika musti bekompetisi bagaimanakah mustinya sikap kita sebagai usaha kecil dan baru mulai?

Rhenaldi P. Semarang

Jawab :

Saudara Rhenaldi, barangkali inilah eranya hypercompetitif. Jaman yang semuanya serba berkompetisi dan kita nyaris sama sekali tidak bisa menghindarinya! Hal yang tidak bisa dihindari ketika kita memutuskan membuka usaha adalah persaingan. Barangkali pada awal kehadiran pesaing itu dalam benak kita akan merepotkan.

Namun, bukankah kita bisa melihatnya dengan cara pandang yang beda, kehadiran kompetitor justru dapat menjadi tantangan yang memotivasi kita untuk bisa berbuat lebih baik. Untuk mensikapinya kita tentu musti mampu mengidentifikasi siapa kompetitor kita. Lantas bagaimana langkah praksis yang bisa diupayakan?

Untuk itu beberapa tindakan praksis bisa segera dilakukan. Pertama tentu adalah kekuatan bersaing itu ditentukan oleh sikap Anda sendiri. Sikap percaya diri dalam bersaing, hal ini mutlak sangat diperlukan. Sikap percaya diri menjadi semacam spirit yang akan terus menyalakan kehidupan kewirausahaan Anda. Spirit pada kebulatan tekad bahwa usaha yang akan atau sudah Anda rintis itu harus jadi dan berkembang.

Langkah kedua, lakukan analisis. Logika sederhananya begini, jika ingin berhasil seperti kompetitor terbaik di bisnis Anda tersebut Saudara Rhenaldi musti tahu apa nilai lebih (added value) yang di pakai si kompetitor dalam meraih simpati konsumennya. Amati gerakan pesaing jika harus ditiru dengan memodifikasi kelebihannya itu kenapa tidak?

Jika usaha yang kita buka masih baru, Anda bisa mulai dengan analisis SWOT, yaitu Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman). Sekecil apapun usaha yang saya rintis, saya selalu menggunakan metode SWOT ini, sekalipun cara mengkajinya juga dengan cara pandang paling sederhana a la saya.

Setidaknya dengan cara itu saya (biasanya melibatkan karyawan) bisa memperoleh jawaban-jawaban reflektif dan kreatif. Misalnya mengenai jasa atau produk yang saya sajikan, saya menanyakan pada tim kecil saya; Apakah jasa/produk yang dijual sudah sesuai dengan kebutuhan pasar? Apakah kualitas jasa/produk kita sudah lebih baik dari milik pesaing? Berapakah harga jasa/produk kita? Bagaimanakah teknik pemasarannya? Lewat apa saja saluran distribusinya? Lewat media apa sajakah cara berpromosinya? Lokasi usaha kita apakah sudah sesuai seperti yang diharapkan pasar? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang bisa dikembangkan.

Pendeknya, kita akan mengerti posisi kita dimana dan apa yang harus kita lakukan. Kita jadi tahu bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang sekaligus ancaman yang menghadang bisnis awal kita itu. Selanjutnya Saudara Rhenaldi setidaknya bisa berkonsentrasi pada strategi lanjutan yang akan dilakukan.

Sebagai seorang entrepreneur kita memang musti senantiasa sadar bahwa di jaman kompetisi yang sangat padat ini kita tidak mungkin menghindarinya. Ia akan datang setiap saat, baik kita sadari maupun tidak. Tanpa kompetisi, kita barangkali malah bisa jadi loyo, kurang tertantang & termotivasi. Untuk itulah sebagai wirausawan yang tangguh siapkan selalu diri Anda untuk berkompetisi dan mencintainya sekaligus! Selamat Berkompetisi!!!

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: