Bisniskulinerindonesia’s

April 12, 2009

Apa arti CSR

Filed under: Uncategorized — bisniskulinerindonesia @ 10:14 am

CSR atau Corporate Social Responsbility? Banyak definisi yang menjelaskan makna CSR. Bagaimanapun, makna CSR terus berubah seiring berjalannya waktu (Melling and Jensen 2002). Ketika sebuah keluarga atau pemilik usaha menjalankan bisnis, Program CSR dihubungkan dengan charity – sumbangan atau kedermawanan – philanthropy corporate.

Sekarang, seiring dengan makin kompleksnya kepemilikan sebuah usaha, Konsep CSR menjadi meluas maknanya, salah satunya adalah “Niat baik dan Komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, ekonomi lokal sehingga memberikian kontribusi juga terhadap keberlanjutan perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas dalam” ( Nurdizal M. Rachman-2005) Kegiatan tersebut harus dimulai dengan membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungannya dalam arti yang luas.

Dengan pengertian di atas Isu-isu tentang konsep CSR, pengembangan model CSR (CSR Models) mangalami pergeseran dari dari perspektif shareholder ke perspektif stakeholder, artinya kehadiran perusahaan harus dilihat dari dan untuk mereka yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan, dalam hal ini tidak hanya pemilik bisnis saja akan tetapi diperluas dalam kelompok yang lebih lebar. Namun demikian tentunya tingkat kepentingan setiap stakeholder akan berbeda, mulai dari karyawan, pembeli, pemilik, pemasok, dan komunitas lokal, organisasi nirlaba, aktivis, pemerintah, sampai dengan media yang secara tidak langsung berhubungan dengan perusahaan .

Penting dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam CSR bahwa CSR bukanusaha sekedar mendapatkan ijin sosial dari masyarakat untuk mengamankan operasional perusahaan atau untuk mengurangi kerugian lingkungan dari aktivitas usahanya, tetapi lebih jauh CSR adalah “ Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dari stakeholder (sesuai dengan perioritasnya) dengan kata lain meningkatkan mutu hidup bersama, maju bersama seluruh stakeholder. Dengan demikian, peduli terhadap akibat sosial, mengatasi kerugian lingkungan sebagai akibat dari aktivitas usaha, ijin sosial dari masyarakat menjadi bagian kecil dari usaha untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Apa konsep maju bersama tersebut, bagaimana hal tersebut biasa dicapai? bagaimana implementasinya ?. Stakeholder yang dirumuskan di atas seperti karyawan, pembeli, pemilik, pemasok, dan komunitas lokal, organisasi nirlaba, aktivis, pemerintah, dan media pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yakni kemakmuran. Pembangunan untuk mencapai kemakmuran dihadapkan pada pilihan-pilihan yang semakin kompleks dan sulit, sehingga dibutuhkan konsensus di antara pelaku. Banyak cara, banyak program dan strategi untuk mencapai kemakmuran tetapi satu kata kunci yang sangat penting adalah kolaborasi. Kolaborasi yang dimulai dari tahap perencanaan,

Perencanaan yang komprehensif sebaiknya memuat kaitan yang erat antara pembangunan kapasitas SDM (Pendidikan dan Kesehatan), bantuan infrastruktur dengan pengembangan ekonomi lokal, dengan pengertian tidak membuat sekat yang tebal antara pengembangan masyarakat, penguatan ekonomi dan pengembangan infrastuktur sehingga selain arah penerapan CSR lebih jelas hasilnyapun untuk stakeholder bisa optimal.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: